Suka Duka Pendamping Desa
Kebahagiaan terbesar seorang pendamping desa adalah ketika melihat hasil kerja keras bersama warga mulai tampak. Jalan yang dulunya rusak kini bisa dilalui kendaraan, ibu-ibu PKK yang semangat mengembangkan usaha kecil, atau anak-anak yang lebih mudah ke sekolah karena jembatan baru dibangun.Setiap senyum warga adalah hadiah berharga. Di situlah kami merasa bahwa upaya pendampingan bukan sia-sia bahwa sekecil apa pun kontribusi, bisa membawa perubahan besar.
Duka Tantangan di Lapangan
Namun, di balik senyum itu, ada banyak perjuangan yang tidak selalu terlihat. Cuaca buruk sering membuat perjalanan ke desa terhambat. Kadang, medan berat harus dilalui dengan berjalan kaki berjam-jam.
Belum lagi tantangan dalam membangun kepercayaan masyarakat tidak semua warga langsung menerima kehadiran pendamping. Ada kalanya kami dianggap “orang luar” yang hanya datang memberi perintah. Diperlukan waktu, kesabaran, dan ketulusan untuk menunjukkan bahwa kami datang untuk mendampingi, bukan menggurui.
Pelajaran yang Tak Ternilai
Dari desa, kami belajar arti gotong royong, kesederhanaan, dan kejujuran. Kami belajar bahwa pembangunan bukan hanya soal angka di laporan, tapi tentang bagaimana masyarakat tumbuh mandiri.
Setiap kisah, setiap tawa, dan setiap tantangan menjadi bagian dari perjalanan kami sebagai pendamping desa sebuah panggilan hati untuk terus berkontribusi bagi negeri, dimulai dari pelosok yang mungkin jarang tersentuh.







0 comments:
Posting Komentar